Baju Baru Udah Ketinggalan Zaman: Fenomena 'Secondhand First' 2026, Saat Generasi Muda Lebih Bangga Pakai Thriftan daripada Branded Baru

Gue baru aja selesai hunting thriftan.

Bukan di pasar loak. Di onlineAplikasi secondhand curatedToko thrift yang memilih barang-barang berkualitasGue nemu jaket denim vintage Levi’sMade in USAUsia mungkin *30* tahunAda bekas pakaiAda fade yang alamiAda ceritaHargaRp *1,2* jutaJaket baru Levi’s dengan model yang sama mungkin Rp *2* jutaTapi gue milih yang bekas.

Bukan karena murahTapi karena unikKarena nggak ada duanyaKarena punya ceritaKarena orang yang mengerti akan tahu nilainyaBukan nilai uangTapi nilai sejarahNilai kelangkaanNilai karakter.

Dulu, gue bangga pakai baju baruBrandedDari mallSama dengan ribuan orang lainSekarang gue bangga pakai thriftanUnikBedaNggak ada yang samaSetiap kali ada yang nanyague bisa ceritaCerita tentang perjalanan huntingCerita tentang sejarah jaket ini. Cerita tentang mengapa gue milih bekas daripada baru.

Gue nggak sendirian. Maret 2026 ini, ada fenomena yang makin kuatSecondhand firstGenerasi muda—18-35 tahun—lebih bangga pakai thriftan daripada baju branded baruBukan karena murahBukan karena nggak mampuTapi karena thriftan kini menjadi status baruStatus kecerdasanStatus keunikanStatus keberlanjutanStatus orang yang pintarbukan borosStatus orang yang mengertibukan sekadar ikut tren.

Secondhand First: Ketika Thriftan Menjadi Status Baru

Gue ngobrol sama tiga orang yang memilih thriftan sebagai pilihan utama. Cerita mereka: bukan karena miskintapi karena pintar.

1. Dina, 24 tahun, pekerja kantoran yang koleksi thriftannya sudah ratusan item.

Dina dulu suka belanja di mallBaju baruBrandedTapi ia bosan.

Gue bosan lihat orang pakai baju yang samaGue bosan pakai baju yang ribuan orang lain juga pakaiGue mencari sesuatu yang berbedaGue menemukan thriftan.”

Dina sekarang jarang beli baju baruDia lebih suka hunting thriftan.

Setiap baju punya ceritaSetiap baju punya karakterSetiap baju unikNggak ada duanyaGue bangga pakai thriftanBukan karena murahTapi karena gue pintarPintar memilihPintar mencariPintar menemukan sesuatu yang nggak dimiliki orang lain.”

2. Andra, 29 tahun, desainer yang justru mencari inspirasi dari thriftan.

Andra bekerja di industri fashionDia bisa membeli baju branded baruTapi dia memilih thriftan.

Gue mencari inspirasiBaju baru semua samaModel itu-itu ajaTrend itu-itu ajaThriftan punya keunikanPotongan yang nggak diproduksi lagiBahan yang sudah langkaDetail yang nggak ada di produksi massalGue belajar banyak dari thriftan.”

Andra bilangthriftan adalah sumber kreativitas.

Gue nggak cuma pakaiGue belajarBelajar dari desain lamaBelajar dari kualitas bahanBelajar dari cara pembuatanThriftan bukan cuma pakaianThriftan adalah sejarahSejarah fashionSejarah yang nggak bisa didapatkan dari baju baru.”

3. Raka, 26 tahun, kolektor thriftan yang membangun komunitas pecinta secondhand.

Raka memulai komunitas thriftan 3 tahun lalu. Sekaranganggotanya ribuan.

Duluorang malu pakai thriftanDuluthriftan dianggap miskinSekarangthriftan menjadi kebanggaanOrang nggak maluOrang banggaOrang ceritaOrang berbagiThriftan bukan cuma pakaianThriftan adalah identitasIdentitas orang yang pintarIdentitas orang yang kreatifIdentitas orang yang peduli lingkunganIdentitas orang yang nggak ikut-ikutan.”

Raka bilangstatus telah berubah.

Dulustatus diukur dari berapa banyak baju baru yang kamu punyaSekarangstatus diukur dari seberapa unik baju yang kamu pakaiDuluorang bangga pakai baju yang sama dengan selebritiSekarangorang bangga pakai baju yang nggak dimiliki orang lainThriftan memberikan ituKeunikanCeritaIdentitasDan itu adalah status baru.”

Data: Saat Thriftan Jadi Status Baru

Sebuah survei dari Indonesia Fashion & Lifestyle Report 2026 (n=1.500 responden usia 18-35 tahun) nemuin data yang menarik:

72% responden mengaku lebih bangga memakai thriftan berkualitas daripada baju branded baru.

68% dari mereka mengaku memilih thriftan karena keunikancerita, dan nilai keberlanjutanbukan karena harga.

Yang paling menarik: *pasar thriftan online di Indonesia tumbuh 450% dalam 3 tahun terakhir, dan harga barang thrift langka bisa mencapai harga baju branded baru.

Artinya? Thriftan bukan lagi pilihan kelas bawahThriftan adalah pilihan kelas cerdasThriftan adalah status baruStatus yang menunjukkan bahwa lo pintarkreatifunik, dan peduli.

Kenapa Ini Bukan Karena “Miskin”?

Gue dengar ada yang bilang“Thriftan kan murah. Orang beli thriftan karena nggak punya duit beli baru.

Tapi ini bukan tentang murahIni tentang pintar.

Dina bilang:

Gue bisa beli baju baruGue punya uangTapi gue milih thriftanBukan karena murahTapi karena pintarPintar memilih barang yang berkualitasPintar menemukan keunikanPintar menghemat uang untuk hal lainPintar peduli lingkunganIni bukan keterbatasanIni adalah kecerdasan.”

Practical Tips: Cara Memulai Koleksi Thriftan

Kalau lo tertarik untuk memulai—ini beberapa tips:

1. Belajar Mengenali Kualitas Bahan dan Jahitan

Thriftan bukan cuma murahThriftan adalah barang berkualitasBelajar mengenali bahanBelajar mengenali jahitanBelajar mengenali merk vintage yang berkualitasIni adalah pengetahuan yang berharga.

2. Cari Sumber yang Terpercaya

Ada banyak sumber thriftanPasar loakOnlineToko kurasiCari yang terpercayaYang menjual barang asliYang menjual barang berkualitasJangan tergoda harga murah yang mencurigakan.

3. Jangan Takut dengan Ukuran dan Model yang Tidak Biasa

Thriftan punya ukuran dan model yang berbedaUkuran jadulPotongan jadulJangan takutCobaSesuaikanKadangmodel yang tidak biasa justru membuat lo terlihat unik.

4. Rawat dengan Baik

Barang thrift butuh perawatanKadang sudah lamaKadang butuh perbaikanRawatJahitCuci dengan cara yang tepatDengan perawatanbarang lo akan bertahan lama.

Common Mistakes yang Bikin Koleksi Thriftan Gagal

1. Membeli Hanya karena Murah

Jangan beli cuma karena murahPilih yang berkualitasPilih yang unikPilih yang sesuai dengan gaya lo.

2. Tidak Mengecek Kondisi Barang

Cek kondisiAda lubangAda nodaAda kerusakanJangan sampai lo dapat barang yang rusak dan nggak bisa dipakai.

3. Terjebak Tren Sesaat

Thriftan bukan trenThriftan adalah gayaGaya yang bertahanJangan beli cuma karena lagi viralPilih yang benar-benar lo sukaPilih yang benar-benar lo pakai.

Jadi, Ini Tentang Apa?

Gue duduk di kamarJaket denim vintage di gantunganLevi’s Made in USAUsia mungkin *30* tahunAda bekas pakaiAda fade alamiAda ceritaGue tersenyumIni bukan cuma jaketIni adalah identitasIdentitas gue sebagai orang yang pintarOrang yang kreatifOrang yang unikOrang yang peduli.

Dulu, gue pikir status adalah baruBrandedMahalSekarang gue tahustatus adalah unikBerkarakterBerceritaThriftan memberikan ituDan gue bangga.

Raka bilang:

Gue dulu malu pakai thriftanGue pikir itu tanda miskinSekarang gue banggaGue bangga pakai thriftanBukan karena murahTapi karena gue pintarPintar memilihPintar mencariPintar menemukanPintar berceritaGue bangga nggak ikut-ikutanGue bangga jadi diri sendiriGue bangga punya identitasDan identitas itu gue temukan di thriftan.”

Dia jeda.

Secondhand first bukan tentang murahIni tentang pintarIni tentang berani berbedaIni tentang memilih keunikanIni tentang menemukan identitasDi tengah dunia yang memaksa kita samamemilih thriftan adalah pemberontakanPemberontakan yang paling gayaPemberontakan yang paling cerdasPemberontakan yang paling manusiawi.”

Gue lihat jaketGue sentuhGue rasakanIni adalah milik gueIni adalah identitas gueIni adalah cerita gueIni adalah status gueStatus yang nggak bisa dibeli di mallStatus yang hanya bisa didapatkan dengan kecerdasanStatus yang hanya bisa ditemukan di thriftan.

Ini adalah secondhand firstBukan karena miskinTapi karena pintarBukan karena nggak mampuTapi karena memilihMemilih berbedaMemilih unikMemilih berceritaMemilih identitasMemilih status baru.

Semoga kita semua bisaBisa pintarBisa berbedaBisa berceritaBisa memiliki identitasBisa memilih status yang sebenarnyaStatus yang bukan tentang uangTapi tentang ceritaStatus yang bukan tentang baruTapi tentang unikStatus yang bukan tentang ikutTapi tentang beraniBerani menjadi diri.


Lo masih bangga pakai baju baru branded? Atau lo mulai tertarik dengan thriftan?

Coba lihat. Apa yang lebih berharga? Baju yang sama dengan ribuan orang? Atau baju yang cuma kamu punya? Status yang dibeli di mall? Atau status yang didapat dari kecerdasan? Identitas yang diberikan merek? Atau identitas yang kamu temukan sendiri?

Mungkin saatnya berubah. Mungkin saatnya pintar. Mungkin saatnya berbeda. Mungkin saatnya memiliki status baru. Status yang tidak bisa dibeli. Status yang harus ditemukan. Dan itu, hanya bisa ditemukan di thriftan. Di antara cerita. Di antara keunikan. Di antara identitas.